RESUME PKKMB DAY 1 AND 2
TEMA : MENGEMBANGKAN KARAKTER MAHASISWA DI ERA DIGITAL UNTUK UNILA BE STRONG
DAY 1
1. MAHASISWA DAN KETERTIBAN MASYARAKAT ( Andi Aziz Nizar S.I.K., M.H., M.Han)
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, mulai dari sektor pendidikan, bisnis, hingga pemerintahan. Namun, dengan kemajuan ini, muncul tanggung jawab yang besar bagi mahasiswa untuk memastikan penggunaan AI dilakukan secara etis dan tidak merugikan masyarakat. Mahasiswa harus memahami bagaimana AI dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti privasi, keamanan, dan peluang kerja. Misalnya, penggunaan AI dalam pengambilan keputusan harus diimbangi dengan pengawasan manusia untuk mencegah kesalahan atau diskriminasi yang mungkin terjadi. Selain itu, mahasiswa juga harus terlibat aktif dalam diskusi mengenai regulasi dan kebijakan terkait AI, agar teknologi ini dapat digunakan untuk kepentingan bersama dan tidak hanya menguntungkan segelintir pihak. Dengan demikian, mahasiswa dapat berperan dalam menciptakan masyarakat yang tertib dan adil, di mana teknologi digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab.
Salah satu persyaratan jika seorang mahasiswa ingin menyampaikan pendapatnya di muka umum adalah memperoleh izin dari pihak yang berwenang, seperti pihak kampus atau organisasi yang bersangkutan. Izin ini penting untuk memastikan bahwa kegiatan penyampaian pendapat berlangsung dengan tertib, aman, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, izin juga membantu mengkoordinasikan penggunaan fasilitas umum dan menghindari benturan dengan kegiatan lain yang mungkin sedang berlangsung.
2. ANTI BULLY DAN KEKERASAN (Diah Utami Ningsih, S. Psi., M.Psi)
Luka psikologis tidak terlihat karena terjadi di dalam pikiran dan emosi seseorang. Luka ini tidak meninggalkan tanda fisik yang jelas seperti luka pada tubuh, tetapi dampaknya bisa sangat dalam dan mempengaruhi perasaan, pikiran, serta perilaku seseorang. Luka psikologis sering kali disebabkan oleh pengalaman-pengalaman traumatis, stres berkepanjangan, atau kejadian-kejadian yang menyakitkan. Karena tidak tampak secara fisik, luka ini kadang-kadang sulit dikenali, baik oleh orang yang mengalaminya maupun oleh orang lain di sekitarnya.
Toxic relationship dalam pertemanan bisa menghambat kesuksesan dalam berkarir dan berkuliah karena energi dan fokus kita tersedot oleh konflik, drama, atau tekanan emosional yang disebabkan oleh hubungan tersebut. Teman yang toxic sering kali membuat kita merasa tidak percaya diri, cemas, atau stres, sehingga kita sulit berkonsentrasi pada tugas-tugas penting seperti pekerjaan atau studi. Selain itu, mereka mungkin juga tidak mendukung atau bahkan meremehkan tujuan dan ambisi kita, membuat kita ragu untuk mencapai potensi penuh kita. Akibatnya, kita bisa kehilangan kesempatan untuk berkembang dan sukses.
Kita mungkin terlibat dalam bullying karena berbagai alasan, seperti ingin merasa berkuasa, menyalurkan frustrasi atau rasa tidak aman, atau karena tekanan dari kelompok untuk meniru perilaku yang dianggap "keren." Terkadang, orang yang melakukan bullying mungkin tidak menyadari dampak negatif dari tindakan mereka terhadap korban.
Perbedaan antara bercanda dan bullying terletak pada niat dan dampaknya:
- Bercanda biasanya dilakukan tanpa niat untuk menyakiti, dan semua orang yang terlibat merasa nyaman serta menganggapnya sebagai bagian dari interaksi yang menyenangkan. Bercanda sering kali disertai tawa bersama, dan jika seseorang merasa tidak nyaman, bercandaan biasanya berhenti.
- Bullying adalah tindakan yang sengaja dilakukan untuk menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi orang lain. Bullying melibatkan ketidakseimbangan kekuatan, di mana satu pihak merasa superior atau berkuasa atas yang lain, dan korban merasa terluka, tersinggung, atau tertekan. Bullying juga sering berlanjut meskipun korban menunjukkan ketidaknyamanan atau ketidaksetujuan.
Kerentanan seseorang berbeda-beda karena setiap individu memiliki latar belakang, pengalaman, dan kondisi psikologis yang unik. Apa yang mungkin terasa ringan atau sepele bagi satu orang bisa menjadi masalah besar bagi orang lain, tergantung pada bagaimana mereka memproses dan merespon situasi tersebut. Faktor seperti trauma masa lalu, tingkat stres, dukungan sosial, dan kesehatan mental secara keseluruhan berperan dalam menentukan seberapa rentan seseorang terhadap masalah tertentu.
Itulah mengapa dalam dunia psikologi, sangat penting untuk menghargai dan memahami perspektif individu tanpa meremehkan perasaan mereka. Mengatakan "jangan dipikirkan" atau "ah, masalah kecil seperti ini aja" bisa membuat seseorang merasa diabaikan atau tidak didengar, dan hal ini dapat memperburuk kondisi psikologis mereka. Sebaliknya, psikologi mendorong empati dan dukungan untuk membantu seseorang mengatasi masalah mereka dengan cara yang sehat dan efektif, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan mereka.
3. KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA (Danrem 043 Gatam Lampung Brigjen TNI Rikas Hidayatullah S.E M.M)
Paratisme ke daerahan atau sentimen kedaerahan dalam kasus seperti tragedi Kanjuruhan bisa terjadi karena beberapa faktor meskipun Indonesia adalah negara yang menganut prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Beberapa penyebab utama antara lain:
o Kecintaan dan Loyalitas yang Kuat terhadap Daerah: Banyak orang memiliki rasa kebanggaan dan loyalitas yang kuat terhadap daerah asal mereka, termasuk klub sepak bola daerah. Dalam kasus Kanjuruhan, loyalitas ini bisa menyebabkan persaingan dan ketegangan antara kelompok pendukung yang berbeda, terutama jika ada sejarah rivalitas yang panjang.
o Kurangnya Pendidikan dan Pemahaman tentang Keberagaman: Meskipun Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan persatuan dalam keberagaman, tidak semua orang sepenuhnya memahami atau menerapkan prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat menyebabkan munculnya prasangka atau sentimen negatif terhadap kelompok lain yang berbeda, termasuk dari daerah lain.
• Pengaruh Media dan Sosial Media: Media dan sosial media sering kali memperkuat stereotip dan prasangka antar kelompok. Isu-isu kedaerahan bisa dibesar-besarkan atau disalahartikan sehingga memperkeruh situasi.
• Faktor Ekonomi dan Sosial: Ketimpangan ekonomi dan sosial antara daerah-daerah yang berbeda juga dapat memicu sentimen kedaerahan. Daerah yang merasa tertinggal mungkin merasa dirugikan atau diabaikan, yang bisa memicu rasa ketidakpuasan yang kemudian dimanifestasikan dalam bentuk paratisme.
• Kurangnya Penegakan Hukum yang Tegas: Jika tidak ada penegakan hukum yang tegas terhadap tindakan kekerasan atau intoleransi, hal ini bisa memberi ruang bagi sentimen kedaerahan untuk berkembang dan menjadi lebih ekstrem.
4. PERATURAN AKADEMIK UNILA (Dr. Eng. Sucipto Dwi Yuwono)
tahun akademik pada masa kuliah adalah penyelenggaraan unila dimulai pada bulan Agustus stiap tahun. PKKMB adalah awal dari masa perkuliahan. Tahun akademik ada 2 semester, yaitu semester ganjil dan semester genap.
penyelenggaraan pendidikan di universitas Lampung dengan menerapkan sks(satuan kredit semester)
Kemudian kurikulum, kurikulum ada disetiap prodi dan fakultas. Kurikulum sendiri adalah mata kuliah yang terdiri dari mata kuliah yg harus diambil oleh mahasiswa.
DAY 2
Rektor Universitas Lampung:
Ibu Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M, Asean Eng.
-Unila mempunyai fasilitas olahraga
1) Kolam renang
2) Lapangan Sepak Bola
3) Lapangan Tenis
4) lapangan Volly
5) Lapangan Basket
Mempunyai 4 gedung {a, b, c, d}
-Unila menipunyai rusunawa (rumah susun mahasiswa)
1) wisma / Unila-in untuk orang tua mahasiswa yang Ingin menginap.
2) Unila mendapat Ibah tanah dari pemerintah Provinsi Lampung Seluas 150 hektar di dekat Kota Baru.
-Ibu Ketua Senat
Prof. Herpart Herpratiwi, M.Pd., dari fakultas Ekip
-Sekretaris Senat
Dr. Heru fakultas ekonomi dan bisnis
Wakil Rektor I:
Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, M. T. (Fakultas MIPA) Jurusan Kimia)).
Wakil Rektor II:
Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.si. bidang umum dan Keuangan unila (Fakultas Ekonomi & Bisnis) Jurusan Management)).
-Wakil Rektor III:
Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si. bidang Kemahasiswaan dan alumni Unila (Fakultas Ilmu sosial & Ilmu Politik) Jurusan Komunikasi))
-Wakil Rektor IV
Dr. Ayi Ahadiat, S.E., MBA. Fakultas ekonomi (Jurusan Management).
-Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis(FEB) :
Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si (Jurusan Ekonomi Pembangunan).
-Dekan Fakultas Hukum(FH) :
Dr. Muhammad fakih, S.H., M.H., dan Hukum Keberdataan
-Dekan FKIP :
Prof. Dr. Sunyono, M.Si. (Jurusan Pendidikan MIPA, Prodi Kimia)
-Dekan Fakultas Pertanian(FP) :
Dr. Ir. Kuswanta futas Hidayat, M.P., (Jurusan Akrotekoodie)
-Dekan Fakultas Teknik(FT) :
Dr. Eng. Helmy Fitrwawan, S.T., M.Sc. (Jurusan Teknik Elektro)
-Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni
Dr. Robi Cahyadi Kurniawan S. IP, M.A..
-Dekan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan alam (FMIPA)
Dr. Eng. Heri Satria, S.si., M.Si.
-Dekan Fakultas Kedokteran(FK) :
Dr. dr Evi Kurniawaty, S. Ked., M.Sc.
yang akan membantu registrasi sampai wisuda adalah biro akademik.
-Bidang Administrasi ada 3 biro
1) biro keuangan
2) baro bpain
-Kepala biro Akademik & Kemahasiswaan
Hero Satrian Arif, S.E., M.H.
-Sekretaris satuan pengendalian Intermal (Fakultas Ekonomi & Bisnis) Jurusan Ekonomi Pembangunan.
Prof. Dr. Marcelina, S.E., MPM., PIA
Dr. Eng. Ir Mardiana, ST., M.T., IPM dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro prodi Teknik (informatika, Kepala UPT)
-Kepala UPT Pengembangan Karco & Kewirausahaan.
Dr. Asep Sae Dr. Usep Saepudin, S. E., M.Si.
0 Komentar